Powered by Blogger.
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, October 22, 2011

Presentasi Spektakuler Ala Steve Jobs

Pada tanggal 5 Oktober 2011 lalu, dunia sedang dilanda kehebohan. Penyebabnya bukanlah karena ada gedung di New York atau Palo Alto yang kena bom lagi, tapi karena adanya seorang manusia yang baru saja diambil oleh Allah SWT, yakni Steve Jobs. Betul Steve Jobs memang bukanlah seorang muslim, tapi ada begitu banyak kebaikan yang bisa diambil dari CEO Apple satu ini untuk kebaikan semua muslim, khususnya yang ingin jadi pengusaha.
Dan salah satunya adalah cara Steve dalam menyajikan presentasi. Dalam tulisan berikut, penulis mencoba untuk memaparkan beberapa trik yang sering digunakan oleh Steve Jobs dalam memberikan presentasi terkait produk-produk Apple.
Bagi Anda yang doyan mengikuti perkembangan Apple dan produk-produk besutannya seperti iPod, iPhone, iPad, Macbook, dan sejenisnya, Anda pastinya tahu kalau salah satu kunci sukses Apple dalam menjual produk-produk di atas adalah karena keren atau fantastisnya sang CEO dalam mempromosikan barang-barang tersebut di acara peluncurannya.
Tidak jarang, beberapa penonton yang ada di event peluncuran tersebut terkesima luar biasa sampai-sampai tidak keberatan untuk memberikan standing applause yang cukup lama layaknya mereka sedang berada di acara pemberian penghargaan-penghargaan besar seperti penyerahan hadiah nobel atau sejenisnya. Sungguh super!

1. Gunakan theme slide yang sederhana

Dalam setiap aksinya di acara peluncuran produk-produk Apple, Steve tampaknya selalu menggunakan theme slide yang itu-itu saja, yakni slide presentasi dengan warna atasan hitam dengan siluet biru tua di bagian bawah. Tapi, alih-alih membosankan, slide yang sederhana ini justru membantu para audiense untuk memfokuskan diri pada presentasi produk secara keseluruhan.
Dan ini adalah salah satu nilai plus dari Steve Jobs karena ada beberapa speakers di dalam acara peluncuran produk yang justru malah suka dengan tampilan slide yang rame dan menyibukkan mata. Tergantung dari tujuan dan untuk siapa presentasi yang Anda berikan, sebaiknya Anda memberi perhatian khusus untuk masalah ini.

2. Gunakan font yang jelas dan mudah dibaca

Helvetica adalah favorit Steve Jobs, dan begitu juga Apple. Dalam setiap kesempatan presentasinya, Steve tampaknya selalu menggunakan font ini dalam slide-nya. Salah satu keunggulan Helvetica yang sering tidak dijumpai di font lain adalah pada “clarity” atau kejelasannya, baik ketika ditampilkan dalam ukuran yang kecil maupun besar.
Bila Anda adalah seorang amatiran, terkadang Anda tergoda dan tergerak untuk menggunakan font yang terkini dan seaneh mungkin dengan tujuan untuk menarik perhatian pendengar. Padahal ini bukanlah sesuatu yang bisa dibenarkan.

3. Gunakan kata-kata yang bersifat “hiperbola”

Pernahkah Anda mendengar Steve Jobs mengeluarkan kata-kata berikut secara berulang-ulang dalam acara peluncuran produknya; “Amazing”, “Fantastic”, “Awesome”, “Magical”, “Blown me away”, dan sejenisnya. Yup, Anda benar. Steve memang sering sekali menggunakan kata-kata atau ungkapan di atas untuk melukiskan betapa hebatnya fitur yang dimiliki oleh produk besutan Apple.
Dan terkadang kata-kata jenis inilah yang Anda butuhkan untuk menanamkan keyakinan kepada pendengar atau calon pelanggan Anda tentang kehebatan produk Anda. Tentunya dengan harapan bahwa para pendengar itupun nantinya akan meniru-niru Anda ketika menceritakan produk ini kepada teman-temannya. “Oh yeah, this new iPhone just blown me away. I just couldn’t speak no more.”

4. Ulangi dan ulangi lagi

Agar efek kata-kata hiperbolis tadi semakin mengena di hati dan neuron calon pelanggan Anda, jangan sungkan untuk mengatakannya secara berulang-ulang. Agar tidak terkesan membosankan, Steve biasanya mengulangi kata-kata hiperbolis ini dalam rentang waktu sekitar 5 menit atau setelah berakhirnya video atau penjelasan dari partnernya. Cara ini diharapkan mampu menghindari penonton dari rasa bosan gara-gara Anda sering mengulangi kata-kata sakti tadi.
Ingat selalu kata-kata ini: “Amazing”, “Fantastic”, “Awesome”, “Magical”, “Blown me away”. Dalam bahasa Indonesia, kita juga mempunyai padanannya. Tidak percaya? Coba ucapkan kata-kata ini; keren, heboh, menakjubkan, ajaib, aneh tapi nyata, dan luar biasa. Untuk membuatnya lebih “heboh” lagi, Anda tidak dilarang untuk mengganti “luar biasa” menjadi “luuuuuuuuuarrrrr biasa”. Hehehe, “ajaib” bukan?

5. Minimalisir kuantitas teks, maksimalkan di pernyataan

Dalam setiap slide yang Steve tampilkan, pria kelahiran tahun 1955 ini cenderung untuk menggunakan sesedikit mungkin teks. Teks di dalam slide hanya berfungsi sebagai pengingat saja. Sementara penjelasannya ada di dalam kepala dan ujung lidah Steve sendiri. Dengan demikian, penonton pun akan sulit memalingkan perhatiannya dari Steve.
Hal ini berbeda bila Anda menggunakan teks di dalam slide yang tampil dalam porsi besar dan banyak sehingga akan membuat penonton bosan karena mereka menganggap Anda lebih kelihatan seperti orang yang sedang membacakan alih-alih menjelaskan.

6. Merasa hebat, demokan!

Nah ini yang paling utama dalam sebuah peluncuran produk. Dan tampaknya, ini juga yang membuat Apple lebih bernilai ketimbang vendor-vendor lain di dunia teknologi informasi. Ketika Apple mengadakan peluncuran produk, Steve Jobs atau rekannya akan menyuguhkan hiburan tersendiri yang dirangkum bersama demo fitur. Contoh konkritnya terjadi pada tahun 2007 saat iPhone untuk pertama kalinya diluncurkan.
Waktu itu, Steve mendemokan bagaimana iPhone bisa digunakan untuk melihat peta denah alamat kedai makanan dan minuman melalui bantuan Google Maps. Dan asyiknya, Steve mendemokan kepada para penonton bahwa iPhone juga bisa langsung digunakan untuk menelepon kedai tersebut melalui antarmuka yang masih didominasi oleh denah peta kedai tadi.
Lalu apa yang membuat penonton gaduh? Mereka gaduh sambil memberi applause karena Steve memesankan makanan dan minuman untuk orang yang berada dalam gedung tempat acara tersebut dilangsungkan. Wow, tidak heran penonton langsung bersorak gembira. Siapa sih yang tidak gembira diberi makanan dan minuman gratis.

7. Gunakan video

Untuk penjelasan lebih jauh dari fitur-fitur tertentu, Steve Jobs lebih sering menyerahkan tugas ini kepada klip video. Dan ini adalah trik yang sangat bagus karena andai saja sebuah fitur diceritakan terlalu jelas dan dengan sifat “berpanjang lebar”, maka penonton akan bosan dan bisa-bisa ketiduran. Hal ini dicontohkan oleh Steve ketika ia mempresentasikan iPad 2.
Untuk membeberkan dampak apa yang sudah dibuat oleh iPad di seluruh dunia, Steve mempersilahkan penonton untuk menikmati video yang durasinya bisa antara 4 sampai 7 menit.

8. Buat perbandingan

Sebagai perusahaan dengan pengikut-pengikut fanatik, Apple acapkali membuat perbandingan secara eksplisit antara produknya dengan produk buatan vendor lain di depan publik. Salah satu contohnya adalah ketika Steve Jobs memperkenalkan MacBook Air sebagai laptop tertipis di seluruh dunia, Steve tidak takut membanding-bandingkan besutan Apple terbaru itu dengan produk lain yang tidak kalah tipisnya dari vendor teknologi terkemuka lainnya, Sony.
Selama itu bisa dipertanggungjawabkan, saya rasa Anda juga berhak untuk melakukan ini. Tapi ingat, Anda juga harus tahu bahwa Anda tidak perlu mempermalukan produk pesaing Anda di depan pendukung Anda seperti yang sering dilakukan oleh Steve selama ini. Maklum, agaknya kurang islami. Lagipula, tanpa menjelek-jelekkan produk pesaing pun, sebenarnya orang akan cenderung lebih memilih produk kita asalkan itu memang lebih bagus.

9. Jangan ceritakan berita buruk (pun yang biasa-biasa saja)

Selama presentasi dilakukan, Steve Jobs selalu menyebut-nyebut keberhasilan atau pencapaian besar perusahaannya. Jarang atau mungkin bahkan tidak pernah sama sekali seorang Steve menyebutkan berita buruk atau berita “biasa-biasa saja” yang menghinggapi Apple. Contohnya begini, dalam acara peluncuran iPad 2, Steve juga membeberkan bahwa aplikasi iBooks sudah menjadi channel tempat penggunanya untuk mengunduh tidak kurang dari 100 juta buku.
Selain itu, pria yang menyenangi mobil Mercedes dan Porsche ini juga membeberkan bahwa Apple sudah menyimpan kurang lebih 200 juta akun kartu kredit dari anggota-anggotanya di seluruh dunia. Tentu saja, hal-hal seperti ini akan turut membuat pendengar sekaligus calon pelanggan Anda akan semakin bersemangat untuk menjadi bagian dari perusahaan yang Anda bangun.

10. Suruh penonton mencoba sendiri

Dan inilah pentas pamungkas, supaya penonton tadi benar-benar terkesima dan bisa merasakan efek magis barang besutan perusahaan Anda, Anda tidak boleh ragu untuk meminta mereka mencoba langsung produk-produk tersebut. Selama mereka mencoba, biarkan mereka melakukan apa saja selama itu positif seperti menekan-nekan sisi luar produk, mengangkatnya ke atas dan ke bawah, merekamnya dengan video maupun mengambil gambarnya untuk publikasi ulang di blog atau situs milik mereka. Ah, Anda pasti sudah membayangkan sebuah usaha pemasaran gratis bukan?
ditulis oleh : Wim Permana, S. Kom.
 Sumber : www.detikinet.com

Thursday, October 6, 2011

Muhammad bin Abdullah Motivator No.1 Dunia

Muhammad bin Abdullah adalah Nabi dan Rasul yang diutus Oleh Allah untuk menyempurnakan Ahlak Manusia dimuka bumi, beliau sangatlah istimewa khususnya dikalangan kaum Muslim, pada zamannya Muhammad dikenal sebagai seorang yang jujur dan penuh amanah. Seorang yatim piatu yang memiliki kepribadian tangguh dan pemikiran yang sangat luar biasa, dikalangan muslim Muhammad bin Abdullah adalah sosok yang menjadi panutan dan suri tauladan. Menurut biografi tradisional Muslimnya (dalam bahasa Arab disebut sirah), ia lahir diperkirakan sekitar 20 April 570/ 571, di Mekkah ("Makkah") dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hejaz (Arab Saudi saat ini).
Michael H. Hart, dalam bukunya The 100, menetapkan Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal agama maupun hal duniawi. Dia memimpin bangsa yang awalnya terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa maju yang bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi di medan pertempuran.
Berikut ini adalah beberapa kalimat inspirasi dari Nabi Muhammad S.A.W :
  1. Orang yg kuat bukanlah orang yg mampu menjatuhkan/berkelahi dgn org tetapi orang yang kuat adalah orang yg mampu menahan amarahnya.
  2. Dunia adalah penyihir yg lebih hebat dari Harut dan Marut dan kamu harus menghindarinya.
  3. Tinta para pelajar lebih suci daripada darah orang-orang yg mati syahid.
  4. Dunia dan segala sesuatu di dalamnya sangat berharga, tetapi hal yang paling berharga di dunia adalah perempuan baik-baik.
  5. Ingatlah Tuhan dalam kemakmuran, dan Dia akan mengingat Anda dalam kesulitan.
  6. satu jam meditasi pada karya Sang Pencipta adalah lebih baik daripada tujuh puluh tahun doa.
  7. Cinta pada dunia adalah akar dari sgla kejahatan.
  8. Jadilah di dunia seperti seorang petualang/ musafir, dan menghitung diri Anda sebagai orang mati.
  9. Empat hal yang mendukung dunia: belajar dari orang bijak, keadilan besar, doa-doa yang baik, dan keberanian yang berani.
  10. Siapa pun yang menyukai untuk bertemu Allah, Allah menyukai untuk bertemu dengannya.
  11. Mencari pengetahuan dari buaian sampai ke liang kubur.
  12. Hukum adalah sebuah benteng di sebuah bukit bahwa pasukan tidak dapat mengambil atau banjir membasuh.
  13. Jihad yang paling baik (perjuangan) adalah bahwa untuk penaklukan diri.
  14. Jangan katakan, bahwa jika orang-orang yang berbuat baik kepada kami, kami akan berbuat baik kepada mereka; dan jika orang-orang yang menindas kami, kami akan menekan mereka, tetapi menentukan bahwa jika orang yang Anda baik, Anda akan berbuat baik kepada mereka; dan jika mereka menindas Anda, Anda tidak akan menindas mereka.
  15. Surga ada di telapak kaki ibu.
  16. Dia yang mengetahui dirinya sendiri, maka dia mengenal Tuhan.
  17. Filsafat adalah unta tersesat dari setia memegang di mana pun kamu datang di atasnya.
  18. Dia yang keluar rumah dengan tujuan mencari ilmu, maka dia berada di jalan Allah.
  19. Apa kamu mencintai penciptamu? Cintai dulu sesamamu.
  20. Dia tidak akan masuk neraka yang telah iman sama dengan biji sawi di dalam hatinya dan ia tidak akan masuk surga yang telah sebutir kesombongan, sama dengan biji sawi, di dalam hatinya.
  21. Siapapun yang rendah hati kepada manusia demi Tuhan, semoga Allah memuliakan kebesaran-Nya.
  22. Sesungguhnya perbuatan Anda akan dibawa kembali kepada Anda, seolah-olah Anda sendiri adalah pencipta hukuman Anda sendiri.
  23. Berikan upah pekerja sebelum keringat menjadi kering.
  24. Orang beriman tidak mati; mungkin mereka menjadi diterjemahkan dari dunia fana ini kepada dunia keberadaan abadi
  25. Kejahatan terbesar adalah untuk menyekutukan lain dengan Allah, durhaka pada ayah dan ibu Anda, untuk membunuh saudaramu, untuk bunuh diri, dan bersumpah dengan niat berbohong.
  26. Sesungguhnya (hakekat) air adalah suci dan mensucikan, tak ada sesuatu pun yang menajiskannya.
Masih banyak lagi kalimat inspirasi dari Nabi Muhammad S.A.W yang dikisahkan dari beberapa para sahabatnya.

Steve Jobs Sang Fenomenal 2011

Sosok legendaris di ranah teknologi, Steve Jobs, telah meninggal dunia di usianya yang ke-56. Akan tetapi, jejak kesuksesannya tidak akan pernah dilupakan.

Kesuksesan yang ia raih bersama Apple ini tidak luput dari cara Jobs memandang kehidupan serta bisnis yang ia jalani. Ia pun sering berbagi kalimat penuh inspirasi. Berikut beberapa di antaranya:

1. "Sangat sulit membuat desain sebuah produk. Kerap kali orang-orang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan, sampai kita menunjukkannya pada mereka". (BussinessWeek, 1998).
2. "Ini adalah salah satu mantra saya - fokus dan kesederhanaan. Kamu harus berkerja lebih keras untuk menjernihkan pikiran dan menghasilkan kesederhanaan. Pada akhirnya hal ini akan setimpal. Saat kamu tiba di sana, kamu bisa memindahkan gunung". (BusinessWeek, 1998).

3. "Menjadi orang terkaya di pemakaman tidak berarti bagi saya...Pergi ke tempat tidur dan mengatakan bahwa kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa...Itulah yang berarti bagi saya". (The Wall Street Journal, 1993).

4. "Saya akan selalu terhubung dengan Apple. Mungkin ada saat-saat atau tahun-tahun di mana saya tidak di sini, namun saya akan selalu kembali". (Playboy, 1985).

5. "Kami tidak pernah khawatir terhadap angka-angka. Apple selalu mencoba berfokus pada produk karena sebuah produk benar-benar akan membuat perbedaan". (Playboy, 1985).

6. "Kamu harus memiliki keyakinan terhadap sesuatu - keinginan, takdir, hidup, karma, apapun itu". (Stanford commencement speech, 2005).

7. "Pekerjaanmu akan menjadi bagian penting dari kehidupanmu. Satu-satunya cara untuk mencapai kepuasan adalah dengan percaya bahwa apa yang kamu kerjakan adalah pekerjaan yang hebat. Cintai apa yang kamu kerjakan. Jika kamu belum menemukannya, tetaplah cari. Jangan berhenti". (Stanford commencement speech, 2005).

8. "Tidak ada seorang pun yang ingin mati. Meski mereka yang ingin pergi ke surga, tidak ingin mati. Namun kematian adalah tujuan kita bersama, tidak ada yang bisa lolos darinya. Kematian adalah penemuan terbaik dalam kehidupan. Ia membersihkan yang lama dan membuat jalan untuk yang baru. Sekarang yang baru adalah kamu, namun suatu saat nanti kamu akan menjadi tua dan 'dibersihkan'. Maaf terlalu dramatik, namun ini benar". (Stanford commencement speech, 2005).

9. "Panutan saya untuk bisnis adalah The Beatles. Mereka saling mengimbangi satu sama lain. Beginilah cara saya memandang suatu bisnis, bisnis yang hebat bukan dilakukan oleh satu orang, melainkan oleh tim". (Interview with 60 Minutes, 2003).

10. "Jika kamu melakukan sesuatu yang bagus, maka selanjutnya kamu harus melakukan hal lain yang luar biasa. Jangan tinggal terlalu lama, pikirkan apa yang harus kamu buat selanjutnya". (NBC Nightly News, May 2006).

Sumber : http://www.detikinet.com

Monday, September 19, 2011

5 Faktor Penghambat Karir

Setiap orang yang hidupnya bergantung kepada gaji adalah seorang buruh; sekalipun pangkatnya direktur utama. Mengapa para direktur tidak ikut-ikutan demonstrasi untuk memperingati tanggal 1 Mei sebagai hari buruh? Karena, orang yang karirnya bagus tidak lagi disebut buruh. Sedangkan mereka yang karirnya buruk, biasanya memang disebut sebagai buruh. Jika Anda seorang karyawan; maka pastikanlah bahwa Anda memang layak untuk tidak menyandang gelar sebagai buruh. Bagaimana caranya?

Sederhana saja; bangunlah karir Anda sampai ke titik dimana Anda layak dihormati dan dihargai tinggi. Agar bisa membangun karir dengan baik, maka Anda harus membuang jauh-jauh mental ‘b-u-r-u-h’. Mengapa demikian? Karena mental b-u-r-u-h itu menyimpan 5 faktor penghambat karir yang sangat mematikan. Apa sajakah kelima faktor itu? Berikut ini uraiannya.

B=Bersembunyi dibalik topeng ‘nasib’. Baik atau buruknya karir seseorang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nasib. Perhatikan para pekerja gagal. Mereka menganggap bahwa mandeknya karir dan bayaran mereka sudah menjadi nasib sehingga tidak terdorong untuk menggeliat bangkit dari posisi rendahnya. Walhasil, dari tahun ke tahun tidak ada perbaikan jabatan dan pendapatan signifikan yang mereka dapatkan. Jadilah karyawan yang berani berjuang untuk memperbaiki karir sendiri karena nasib selalu mengikuti ikhtiar yang Anda lakukan.
U=Ulet hanya ketika diawasi oleh atasan. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak sekali karyawan yang ulet, gigih, dan giat hanya ketika ada atasannya saja. Tapi saat atasannya tidak ada; mereka berleha-leha atau mengerjakan sesuatu yang tidak produktif pada jam kerja. Para pegawai berdasi pun banyak yang memiliki perilaku seperti ini. Padahal, sikap seperti ini jelas sekali menunjukkan jika mereka tidak layak untuk mendapatkan tanggungjawab yang lebih besar. Jadilah karyawan yang bisa diandalkan, baik ada atau tidaknya atasan; karena kualitas seseorang dinilai dari tanggungjawab pribadinya ketika dia sedang sendirian.
R=Rendah diri. Kita sering keliru menempatkan kerendahan hati dengan sifat rendah diri. Ketika berhadapan dengan senior atau orang yang pendidikannya lebih tinggi, kita merasa kecil sekali. Padahal sebagian besar manager atau direktur pada mulanya adalah orang-orang yang menduduki posisi rendah seperti kebanyakan karyawan lainnya. Sifat rendah diri mengungkung orang dalam kotak inferioritas sehingga kapasitas dirinya tidak terdaya gunakan. Jadilah karyawan yang rendah hati, karena mereka yang rendah hati memiliki kualitas diri yang tinggi, namun tetap bersikap arif, positif dan konstruktif.
U=Unjuk rasa melampaui unjuk prestasi. Unjuk rasa tidak selalu harus turun ke jalan. Protes soal kenaikan gaji adalah contoh nyata unjuk rasa yang sering terjadi di kantor-kantor. Menggunjingkan atasan dan managemen di kantin atau toilet juga merupakan bentuk unjuk rasa yang tidak sehat. Perhatikan para karyawan yang tidak puas dengan kebijakan perusahaan. Mereka berkasak-kusuk sambil mengkorupsi jam kerja. Padahal, itu semakin menunjukkan kualitas buruk mereka. Jadilah karyawan yang rajin unjuk prestasi, karena prestasi membuka peluang untuk mendapatkan kesempatan dan pendapatan yang lebih besar.
H=Hitung-hitungan soal pekerjaan dan imbalan. Banyak sekali karyawan potensial yang akhirnya gagal membangun karirnya hanya karena merasa tidak dibayar dengan pantas. “Kalau gua digaji cuma segini, ngapain mesti kerja keras?’ begitu katanya. Padahal, sikap seperti itu tidak merugikan perusahaan lebih dari kerugian yang dialami oleh orang itu sendiri. Mereka membuang peluang untuk mengkonversi potensi dirinya menjadi karir yang cemerlang. Jadilah karyawan yang berfokus kepada kontribusi yang tinggi, karena bayaran atau imbalan akan mengikutinya kemudian.
Jika Anda mampu membuang mental ‘b-u-r-u-h’ yang sudah saya jelaskan diatas, maka Anda tidak akan menjadi buruh rendahan. Sebaliknya, Anda akan menjadi karyawan yang ketika pensiun nanti; memiliki sesuatu yang layak untuk dibanggakan.
Penulis : Bondan Seno Prasetyadi   

Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Dikantor


Salah satu hal paling gampang yang bisa kita lakukan adalah mengkritisi perilaku orang lain. Mata kita dapat dengan mudah melihat kesalahan tindakan mereka. Atau memergoki perilaku tidak senonoh mereka. Telinga kita bisa dengan gampangnya mendengar kabar tidak sedap tentang mereka. Atau dijejali gosip-gosip tentang hubungan aneh mereka. Semuanya itu bisa dengan mudah kita lakukan. Sedangkan salah satu hal paling sulit untuk kita lakukan adalah; menyadari kelemahan, kekurangan dan keburukan diri kita sendiri. Lebih sulit lagi adalah; memperbaiki keburukan-keburukan perilaku kita itu. Padahal, tidak seorang pun harus mempertanggungjawabkan pribadi orang lain. Karena setiap pribadi hanya akan dimintai pertanggungjawaban atas dirinya sendiri. Maka, tugas utama kita bukanlah untuk merecoki kehidupan orang lain, melainkan terlebih dahulu memastikan bahwa diri kita sendiri bisa menjadi pribadi yang baik.
1.Mengevaluasi perilaku negatif pribadi. Ini adalah latihan yang bisa dan perlu dilakukan oleh setiap orang yang ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Karena, semua orang selalu memiliki ruang untuk melakukan perbaikan. Ingatlah kembali sikap dan perilaku negatif yang masih sering Anda tunjukkan di kantor, lalu tuliskanlah dalam selembar kertas bergaris. Pastikan setiap baris hanya memuat satu item sikap dan perilaku negatif  yang tersusun ke bawah. Beri nomor, jika perlu.
2.Mendefinisikan perilaku positif.
Setiap perilaku, adalah pilihan yang kita tentukan sendiri. Artinya, sebenarnya kita memiliki alternatif lain yang lebih baik. Tetapi kita terlanjur untuk memilih yang ini dan mengabaikan yang itu. Maka langkah selanjutnya adalah secara sadar mendefinisikan perilaku kebalikannya. Disamping setiap sikap dan perilaku negatif itu, tuliskanlah perilaku yang sebaliknya (positif). Misalnya, jika tadi Anda menuliskan kata ’lelet’, maka sekarang tuliskan perilaku kebalikannya disamping kata itu. Maka Anda akan mendapatkan catatan seperti; Lelet ßà Cekatan, Pemarah ßà Penyayang, Pemurung ßà Periang, dan seterusnya.
3.Mengganti perilaku negatif dengan positif.
 Jika perilaku negatif itu sudah menjadi kebiasaan, maka bisa dipastikan jika kita cenderung terus tergoda untuk melakukannnya. Sekarang, kita akan coba untuk memperbaikinya. Setiap kali Anda akan menunjukkan sikap dan perilaku negatif itu, berhentilah sejenak. Lalu, lakukanlah perilaku yang sebaliknya (positif). Lakukanlah proses itu terus menerus sampai Anda tidak lagi tergoda untuk berperilaku negatif.
4.Meminta bantuan dari orang yang berperilaku positif.
Mengubah perilaku itu bukanlah perkara mudah. Makanya, kadang kegigihan saja tidaklah cukup. Kita sering berhenti berusaha hanya karena merasa itu akan sia-sia saja. Bayangkan, kita harus mengubah sesuatu yang sudah kita lakukan selama bertahun-tahun. Tentu tidak mudah. Tapi, ada sebuah cara yang bisa kita lakukan untuk menguatkan langkah kita, yaitu; meminta bantuan dari orang yang berperilaku positif. Mintalah feedback atau umpan balik pada teman atau atasan Anda tentang perkembangan diri Anda, misalnya. Tapi, pastikan orang itu sudah terbiasa berperilaku positif.
5.Membuka diri terhadap kritik.
Tidak mudah untuk menerima kritik. Meskipun bibir kita tersenyum, tapi boleh jadi hati kita merasa kesal. Tetapi, Anda harus mengizinkan orang-orang yang Anda pilih di point #4 tadi untuk mengkritik Anda. Artinya, Anda setuju menjadikan mereka sebagai pelatih bagi Anda. Dengarkan masukan dan kritikan dari mereka, kemudian tindaklanjuti dengan melakukan hal-hal positif yang sudah Anda tulis lebih sering lagi. Jangan pernah memecat mereka sebagai pelatih. Karena perjalanan memperbaiki diri, bukanlah pertandingan sepak bola.

Untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik, kita tidak harus memulainya dari hal-hal yang besar. Mengawalinya dengan mengurangi kebiasaan buruk yang kecil-kecil juga bisa membantu. Jika kita melakukannya secara konsisten, maka lama kelamaan kita akan terbiasa untuk hanya berperilaku baik saja di kantor. Sekalipun demikian, ada satu hal yang proses perbaikannya tidak boleh ditunda. Karena menunda-nunda proses perbaikannya hanya akan mencelakakan diri Anda. Apakah hal yang tidak boleh ditunda itu? Yaitu; menghentikan setiap tindakan yang merusak integritas Anda. Soal ini, sebaiknya segera saja Anda lakukan. Mumpung Tuhan masih memberi kesempatan.
By.Bondan Seno Prasetyadi
 

Blogger news

Lencana Facebook

About